Maulid Nabi Muhammad SAW adalah peringatan hari lahir Nabi yang jatuh pada 12 Rabiul Awal dalam kalender Hijriyah. Peringatan ini menjadi momen untuk mengenang keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari- hari. Banyak umat Islam di berbagai belahan dunia merayakannya dengan cara yang berbeda-beda, tergantung pada budaya dan tradisi masing- masing.
Lalu, bagaimana cara kita menyambut Maulid Nabi dengan penuh makna dan sesuai ajaran Islam? Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan:
1. Meningkatkan Ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya
Peringatan Maulid Nabi sebaiknya tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga momen untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan. Caranya adalah dengan lebih sering membaca Al-Qur’an, memperbanyak shalat sunnah, berdzikir, serta berusaha menjalankan sunnah Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman:
Artinya: “Katakanlah (Muhammad), “Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. Ali ‘Imran: 31)
Ayat ini menegaskan bahwa bukti cinta kepada Nabi adalah dengan mengikuti ajaran dan sunnahnya.
2. Memperbanyak Shalawat kepada Nabi
Salah satu cara terbaik untuk menyambut Maulid Nabi adalah dengan memperbanyak membaca shalawat. Allah SWT sendiri memerintahkan umat Islam untuk bershalawat kepada Rasulullah dalam firman-Nya:
Artinya: “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.” (QS. Al-Ahzab: 56)
Membaca shalawat tidak hanya sebagai bentuk penghormatan kepada Nabi, tetapi juga memiliki banyak keutamaan, seperti dihapuskan dosa-dosa kecil, mendapatkan syafa’at Nabi di hari kiamat, serta mendekatkan diri kepada Allah.
3. Mempelajari Sirah (Sejarah) Nabi Muhammad SAW
Peringatan Maulid Nabi menjadi waktu yang tepat untuk mengenal lebih dalam sosok Rasulullah. Umat Islam dianjurkan untuk membaca atau mengikuti kajian tentang sejarah hidup beliau, mulai dari kelahiran, perjuangan dalam menyebarkan Islam, akhlak mulia, hingga kisah-kisah inspiratif yang bisa dijadikan teladan.
Dengan mengetahui dan memahami perjalanan hidup Nabi, kita dapat meneladani sikapnya dalam berbagai aspek kehidupan, seperti kejujuran, kesabaran, kasih sayang, dan semangat dalam beribadah.
4. Mengadakan Majelis Ilmu dan Pengajian
Banyak masjid dan pesantren mengadakan majelis ilmu atau pengajian dalam rangka menyambut Maulid Nabi. Acara ini biasanya diisi dengan ceramah tentang kehidupan Rasulullah, pembacaan shalawat, dan doa bersama.
Menghadiri majelis ilmu adalah salah satu cara terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah dan Rasul-Nya. Rasulullah bersabda:
Artinya: “Barang siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim)
5. Berbuat Kebaikan dan Bersedekah
Rasulullah adalah sosok yang sangat dermawan. Dalam peringatan Maulid Nabi, kita bisa meneladani sifat ini dengan berbagi kepada sesama, seperti memberi makan fakir miskin, membantu tetangga yang membutuhkan, atau menyantuni anak yatim.
Bersedekah tidak hanya membantu orang lain, tetapi juga memberikan keberkahan bagi diri sendiri. Rasulullah bersabda:
Artinya: “Sedekah itu tidak akan mengurangi harta. Tidak ada orang yang memberi maaf kepada orang lain, melainkan Allah akan menambah kemuliaannya. Dan tidak ada orang yang merendahkan diri karena Allah, melainkan Allah akan mengangkat derajatnya.” (HR. Muslim)
6. Menjaga Ukhuwah Islamiyah
Maulid Nabi juga bisa menjadi momentum untuk mempererat hubungan antar sesama Muslim. Kita bisa memanfaatkan momen ini untuk memperbaiki hubungan dengan saudara, tetangga, atau teman yang mungkin pernah berselisih. Rasulullah selalu menekankan pentingnya ukhuwah (persaudaraan) dalam Islam.
Beliau bersabda:
Artinya: “Tidak sempurna iman seseorang hingga ia mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari dan Muslim)
7. Mengamalkan Akhlak Rasulullah dalam Kehidupan Sehari-hari
Salah satu cara terbaik untuk menyambut Maulid Nabi adalah dengan meniru akhlak mulia Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari. Rasulullah adalah sosok yang penuh kasih sayang, penyabar, jujur, dan selalu berbuat baik kepada siapa saja, termasuk kepada orang yang memusuhinya.
Kita bisa mulai dengan hal-hal kecil, seperti berkata jujur, tidak menyakiti orang lain, menjaga lisan, menepati janji, serta bersikap santun kepada semua orang.
Menyambut Maulid Nabi bukan sekadar seremonial tahunan, tetapi harus menjadi momentum untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah dengan mengamalkan ajarannya. Dengan memperbanyak shalawat, mempelajari sejarah Nabi, mengadakan majelis ilmu, bersedekah, menjaga ukhuwah Islamiyah, serta meneladani akhlaknya, kita bisa merayakan Maulid Nabi dengan penuh makna.
Semoga peringatan Maulid Nabi membawa berkah bagi kita semua dan semakin mendekatkan kita kepada Allah serta Rasul-Nya.
Penulis: Rangga Fajar Oktariansyah